Artikel yang saya tulis ini idenya muncul saat malam tadi, ada seseorang yang mengkritik saya karena memakai cincin di jari manis tangan kanan. Katanya, saya seperti orang yang sudah menikah. Akhirnya muncul lah ide untuk menulis artikel tentang makna sebuah cincin. Silahkan disimak….
Cincin adalah salah satu aksesoris yang lumrah dipakai oleh semua kalangan, baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Tidak ada peraturan yang membatasi pemakaian cincin sebagai perhiasan bagi laki-laki seperti perhiasan lain(ex: anting, gelang ataupun kalung), hanya bahan asalnya saja yang dibatasi. Tidak boleh berasal dari emas, mutiara, berlian, sedangkan yang berasal dari emas putih alias perak boleh, seperti yang saya pakai…
Cincin merupakan aksesoris yang juga dipakai oleh Nabi kita, Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Menurut kisah, Nabi memakainya di jari manis tangan kanan beliau. Dan ada sebuah hadith yang artinya kurang lebih: “Pakailah, meskipun hanya cincin dari besi”. Dalam suatu kisah, cincin Baginda Nabi tersebut terlepas dan hilang di kolam yang ada di depan Masjid Quba’, dan menurut kisah lagi, cincin tersebut ditemukan dan disimpan oleh masyarakat di alam Jin. Intinya, memakai cincin (bagi laki-laki) adalah sunnah.
Selain aksesoris dan sunnah Rosul, ternyata ada makna lain dari cincin. Selain sebagai aksesoris, sebuah cincin terkadang menggambarkan kepribadian pemakainya. Seorang laki-laki atau perempuan yang memakai cincin di jari manis tangan kanan (katanya) menandakan bahwa dia sudah berumah tangga. Sedangkan jika di jari yang lain, maka hanya dianggap sebagai hiasan belaka. Lain lagi jika yang dipakai adalah cincin dari jenis ‘Akik’ (umumnya hanya untuk kalangan laki-laki). Pemakainya biasanya identik dengan kesan magis, penuh aura, dsb. Namun tak jarang akik tersebut hanyalah perhiasan belaka.
Itu tadi makna sebuah cincin yang saya ketahui. Sedangkan bagi saya pribadi, memakai cincin adalah merupakan kebiasaan dan kesukaan sejak saya kelas 5 SD. Selain sebagai perhiasan, ada sebab lain dibalik saya memakai cincin. Pertama, waktu kecil saya diajari sunnah wudlu, salah satunya adalah menyela-nyela jari-jemari dan memutar-mutar cincin. Naah, kalau tidak memakai cincin, apa yang mau diputar-putar? hehehe…. Kemudian, saat di MA, kalau tidak salah waktu itu pas ngaji kitab Fatkhul Mu’in, disana ada hadith tentang cincin yang artinya kurang lebih; “Pakailah, walaupun cincin dari besi”. Itulah yang menambah motivasi saya untuk memakai cincin. So, cincin yang saya pakai di jari manis tangan kanan saya itu bukan menandakan saya sudah berkeluarga…hehehe….
Wallahu a’lam bishshowab…..